Awan Kelabu

Jarum menunjukkan pukul dini.

Pikiran melanglang buana berharap suatu.

Suatu kata yang dapat tersusun rapi menjadi untaian aksara.

 

Malam ini terasa begitu ayal.

Antap, hanya dentingan jarum yang terbetik.

Mata yang menunang haknya.

Namun, pikiran tak hentinya berkenala.

 

Pasrah.

Lengang.

Aku merantas berwudhu.

Dan bercengkrama dengan-Nya.

 

Tenang.

Damai.

Tak ada yang dapat melumatkannya.

Aku memerkarakan segala penatku.

 

Bulir hangat melimbur ke pipi.

Segalanya luruh terbawa mengalir.

Dan akhirnya terlelap dengan naim.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*