Inilah 6 Permainan Tradisional Tahun 90-an yang Sering Saya Mainkan

Saya adalah generasi 90-an. Pada tahun-tahun itu, saya masih sangat belia, masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Dan pada masa itu, ketika gadget belum seperti sekarang, maka saya dan kawan-kawan sering kali   jika tidak ingin bilang setiap hari, bermain di lapangan. Berlarian, saling kejar, menangkap satu sama lain. Beberapa permainan yang sering saya mainkan itu, antara lain sebagai berikut:

Gobak Sodor

Pada permainan ini ada dua tim. Satu tim adalah tim penjaga dan tim yang lainnya adalah tim yang berlarian menghindar. Tugas mereka adalah berusaha semaksimal mungkin agar tidak tertangkap. Berlari hingga sampai ke belakang dan balik lagi sampai ke depan. Saya ingat betul, permainan ini memerlukan konsentrasi tinggi dan stamina. Karena kedua tim akan saling bergerak, ke kiri dan kanan, ke depan dan belakang.

Bermain gobak sodor akan membuat semua pemain, sadar atau tidak, telah melakukan olahraga yang sangat baik untuk kesehatannya.

Patok Lele

Sebagian orang mungkin mengenal mainan ini dengan sebutan gatrik. Tetapi di kampung saya dulu, permainan ini kami sebut dengan patok lele. Nggak tahu juga kenapa namanya patok lele. Padahal nggak ada mirip-miripnya sama ikan lela kan? Permainan ini agak ngeri-ngeri sedap, karena jika tidak hati-hati, kayu yang pendek itu, yang dilontarkan menggunakan kayu yang lebih panjang, bisa mengenai wajah atau bagian tubuh yang lain.

Saya pernah kena. Wajah menjadi agak lebam. Tapi bukan masalah sih. Karena rasa sakit yang timbul, biasanya akan hilang karena gelak tawa teman-teman yang lain.

Benteng 

Pada permainan ini ada dua tim yang saling menjaga benteng masing-masing    biasanya adalah sebuah tiang atau pohon. Setiap tim menjaga bentengnya agar tidak disentuh oleh tim lain. Tim yang kalah adalah tim yang bentengnya berhasil direbut oleh tim lawan atau tim yang pasukannya habis karena diserang. Tidak ada strategi khusus pada permainan ini, kecuali, setiap tim, biasanya akan mengirimkan satu dua orang untuk maju dan memancing anggota tim lawan mengejar.

Yang harus diperhatikan, jangan sampai, karena keasikan mengejar, benteng sendiri dilupakan. Hal ini akan membuat tim lawan mudah merebut benteng kita dan kita akhirnya kalah.

Congkak 

Dibandingkan yang lain, permainan ini jauh lebih santai karena hanya dilakukan sambil duduk. Tidak ada lari-larian. Tidak ada saling kejar. Saya cukup sering bermain ini ketika cuaca siang sedang panas bukan main atau ketika sedang hujan lebat. Permainan ini bisa dilakukan di dalam rumah, terlindung dari itu semua.

Kelereng

Nah, kalau yang ini, permainan unggulan saya nih. Karena saya ingat betul, kelereng saya sampai ada sekaleng Khong Guan yang besar itu. Saking seringnya saya menang. Dulu tuh, dalam permainan kelereng, ada beberapa jenis, seperti main segitiga dan lingkaran. Intinya, setiap pemain akan menyepakati berapa taruhan yang akan dibayarkan. Jika masing-masing dua, maka semua taruhan dari setiap pemain dimasukkan ke dalam segitiga atau lingkaran yang sudah dibuat.

Kemudian, setiap pemain akan mendapatkan giliran menembak. Setiap kelereng yang keluar dari segitiga atau lingkaran, maka akan menjadi miliknya.

Pecah Piring

Saya nggak tahu permainan ini apa nama lainnya. Tapi di kampung saya dulu, namanya adalah pecah piring. Permainan ini menggunakan bola kasti. Juga beberapa batu atau pecahan genting yang bisa disusun bertingkat. Awalnya pecahan tersebut disusun sedemikian rupa, bertingkat, lalu tim yang mendapatkan giliran main pertama, maka ia harus menjatuhkan tumpukan itu dengan bola kasti, kemudian berusaha menyusunnya kembali.

Ketika menyusunnya itu, mereka akan dikejar-kejar oleh tim penjaga. Mereka akan diserang dengan lemparan bola kasti. Jika bola itu mengenai tubuh maka tim berganti posisi. Yang awalnya sebagai tim pemain akan menjadi tim pengejar. Tim pemenang adalah tim yang berhasil menyusun batu atau pecahan genting menjadi sempurna.

Saya ingat betul, permainan ini juga ngeri-ngeri sedap. Karena lemparan bola kasti itu, kadang, jika kencang sekali dilemparkan, akan membuat kulit perih. Tapi ya, sekali lagi, biasanya akan hilang seketika berganti menjadi riang yang sulit sekali dilupakan.

Nah, itulah enam permainan yang dulu sering kali saya mainkan. Masih ada permainan lainnya sih, tapi enam inilah yang menjadi permainan favorit saya dulu.

Kalau kamu?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*